Selasa, 24 Agustus 2010

Tidak Semestinya

Kadang kehidupan berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan bahkan kehidupan juga bisa tidak berjalan sesuai apa yang kita upayakan.
Seringkali ketika ketidaksesuaian itu terjadi kehidupan sepertinya tidak memihak kepada kita, kita kecewa, terluka, sibuk menyalahkan segala faktor yang ada, yang sering kita sebut sebagai keadaan.

Lalu salahkah kita ketika merasa terluka, kecewa, dan mencari sesuatu untuk dipersalahkan atas segaka sesuatu yang berjalan tidak dalam jalur “semestinya”?
Tidak bolehkah kita mengeluh..atau berkata “ini tidak semestinya”??? Jawabannya tentu saja kita boleh kecewa,boleh terluka, namun kita tidak seharusnya untuk mengeluh dan sibuk menyalahkan keadaan.

Mengapa tidak? Karena hal itu hanya memperburuk keadaan kita yang sudah terlanjur tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita.

Lalu, harus bagaimana? Akan lebih baik jika kita renungi sejenak apa yang menjadikan hal tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita, cukup sejenak saja, karena jika terlalu lama menelaah penyebabnnya kita akan kehabisan waktu untuk meneruskan kehidupan kita. Setelah kita memahami penyebabnya, berjanjilah pada diri kita bahwa kita tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Atau jika merasa tidak ada yang salah dalam proses penelaahan kita, maka berjanjilah untuk senantiasa tampil maksimal dan mengembangkan diri kita untuk lebih baik dalam mem-proses setiap upaya yang kita lakukan.

Sulit memang untuk berproses maksimal dan terus lebih baik. Namun bukan hal yang tidakmungkin. Keyakinan bahwa kita bisa akan menggiring kita kearah prestasi yang kita inginkan, karena keyakinan tersebut akan memberikan energy lebih pada kita dalam proses pencapaiannya.




Apa yang tertera ini, aku tuliskan kita. Yang artinya aku, kamu, mereka, dia, kita semua, yang dalam kehidupan pernah bahkan sering menemukan kekecewaan dan sesuatu yang berjalan tidak semestinya.

Kehidupan ini berjalan terus seiring proses pembelajaran kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam setiap hari-harinya. Ketidak-semestian adalah jalan bagi kita untuk menjadi pribadi yang seharusnya. Tidak ada yang patut disalahkan, karena semuanya adalah hal terbaik dan yang ter-benar dari apa yang bisa diberikan oleh kehidupan untuk kita.

Selamat berjuang untukku dan untukmu, untuk kita semua manusia-manusia yang siap berkembang 

Rabu, 11 Agustus 2010

Ketika “Keren” menjadi sebuah hambatan (Untuk anda yang Lama menjadi seorang seperti Kesya)


Fei (bukan nama sebenarnya), seorang gadis cantik yang memiliki segudang prestasi akademik, saat SMA dulu ia seringkali yang menjadi juara kelas, beberapa kali ia ikut olimpiade science. Selain kegiatan akademik, Fei juga aktif dalam dunia modeling, beberapa kali ia pernah menjadi juara daerah dalam perlombaan peragaan busana.
Hingga saat kuliah Fei tetap memantapkan prestasinya pada bidang akademik dan non-akademik, penampilannya yang kian trendy dan gaul menjadikan ia gadis yang lumayan popular di kampusnya. Ditambah dengan kepribadiannya yang cenderung supel dan ramah, menjadikan Fei makin banyak dikenal.
Sayangnya, seringkali kesempurnaan tersebut bias teralihkan oleh penampian Fei yang sangat modis. Diluar kampus ketika Fei berkenalan dengan orang asing, seringakali banyak orang yang menganggap Fei adalah gadis yang hanya bisa menghabiskan waktu berbelanja, salonan, dan bergaul. Lebih ekstrim seringkali Fei dianggap sebagai gadis yang tidak berotak.
Mendapati cerita itu saya jadi teringat sebuah Film berjudul “Legally Blonde” , dimana pemeran wanitanya, Elle, merupakan seorang gadis pirang cantik-modis, yang juga mendapat perlakuan dilecehkan akibat warna rambut pirangnya dan penampilannya yang sangat modis, dikarenakan stereotype yang berkembang dimasyarakat Barat bahwa gadis dengan rambut pirang merupakan gadis-gadis dengan intelegensi rendah, yang hanya menghabiskan waktu untuk menjadi pengabdi fashion dan sibuk menggaet lelaki. Stereotype tersebut dipatahkan Elle yang ternyata bisa lulus dari sebuah Universitas ternama di Amerika, pada bidang hukum dengan prestasi yang gemilang.
Saya juga mendapati cerita yang berkesebalikan, Kesya (bukan nama sebenarnya), seorang rekan kerja saya, yang sangat pintar dan cerdas, Kesya juga cenderung terlihat dewasa karena penampilannya yang sangat konservatif atau dalam bahasa awam kita menyebutnya dengan bahasa “kuno”. Suatu hari saya berbincang dengannya, kebetulan topic yang dibahas adalah mengenai mode, dalam perbincangan itu ternyata Kesya tidak seperti yang saya bayangkan, pengetahuannya mengenai mode pakaian ternyata lumayan banyak, sampai akhirnya saya bertanya padanya mengapa ia tidak mengaplikasikan pengetahuan mode tersebut pada dirinya. Sebuah jawaban mengejutkan saya dapatkan darinya, ia tidak mengikuti mode karena kuatir orang-orang akan menganggapnya sebagai seorang yang tidak professional dan kurang pintar, lalu kemudian saya bertanya lagi bagaimana orang se-cerdas ia bisa berfikir demikian. Kesya menceritakan bahwa setelah ia lulus kuliah, ia pernah mencoba menyamankan dirinya dengan memotong rambutnya dengan model terbaru dan mencatnya dengan warna trend masa itu, namun apa yang terjadi akibat penampilannya tersebut, ia seringkali gagal dalam interview kerja disebabkan “first impression” interviewer menganggapnya sebagai gadis yang kurang mumpuni dalam pekerjaan yang menuntut analisa pemikiran yang tajam dan hanya mementingkan penampilan semata, jawaban itu ia dapat dari seorang temannya yang kemudian mendapat pekerjaan yang sama-sama mereka lamar, dan temannya tersebut menanyakan kepada interviewer yang bertugas, dan jawaban itulah yang ia terima. Sejak itu Kesya enggan mengikuti trend mode lagi.
Pengalamanan Fei dan Kesya sebagai suatu cermin, bagaimana suatu stereotype sudah berkembang sejak lama dalam masyarakat kita dan menimbulkan suatu labeling buruk mengenai konsep berpenampilan “pintar” dan “tidak pintar”. Apakah seseorang dengan tingkat kecerdasan tinggi tidak berhak berpenampilan menarik dan trendy hanya untuk menuntut pengakuan masyarakat bahwa mereka adalah si “pintar”, haruskah mereka tampil dalam keadaan berkacamata, berpakaian kuno, menenteng buku-buku besar, bertatanan rambut seadanya, hanya karena tidak ingin dianggap terlalu banyak menghabiskan waktu pada mode dan melupakan pembelajaran.
Ya kita bisa saja tidak perduli apa yang mereka katakan, bisa saja kita mencoba untuk tidak perduli dan menjadi diri kita apa adanya. Namun ketika stereotype itu sudah masuk kedalam mind-set masyarakat sehingga banyak memperngaruhi aspek kehidupan lainnya seperti pekerjaan. Tentu saja kita tidak bisa mengabaikan hal tersebut karena pekerjaan akan menjadi salah satu tolak ukur dan pembuktian keberhasilan seseorang, dalam pekerjaanlah seseorang bisa mengaktualisasikan apa yang sudah dipelajari dirinya, apa daya jika untuk menuju proses pembuktian itu langkahnya sudah dijegal terlebih dahulu layaknya apa yang cerita Kesya.
Sebagai contoh lain bagaimana stereotype itu sudah menjalar kesemua penjuru dunia, kita lihat film-film yang saat ini beredar, kebanyakan tokoh wanita dan pria yang pintar disimbolkan dengan sosok yang culun, tidak terkenal, dan terkesan kutu buku. Sedang untuk tokoh yang trendy, cantik-tampan, dan popular. Walaupun ada beberapa film yang mengsimbolkan seorang yang “all-out” yaitu seseorang yang pintar, trendy, fashionable, juga popular, namun terbatas adanya tidak sebanding dengan yang saya ungkapkan sebelumnya.
Bisa jadi konsep film yang berkembang ingin membuat kita menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Namun pertanyaannya adalah ketika seseorang bisa menjadi pintar sekaligus berpenampilan baik apakah hal itu harus disembunyikan, agar mendapat pengakuan masyarakat? Seperti apa yang dilakukan oleh Kesya? Tentu saja harapannya saya ingin semua orang berkata “tidak”, dan saya harap dengan pemaparan yang saya berikan ini sedikit banyak menjadi point of view bagi kita semua untuk mulai meninggalkan labeling yang sudah terlanjur berkembang dan mengakar di sekitar kita.
Disinilah saatnya kita harus mulai berfikir bahwa memberikan label dan berprasangka hanya dari apa yang Nampak harus mulai kita tinggalkan, mungkin bagi anda sekalian yang enggan dimasukan bagian pada kata “kita”, karena merasa sudah meninggalkan pola fikir macam demikian, tanpa bermaksud memaksakan penggunaan kata “kita”, saya hanya ingin anda juga bisa ikut membantu menghilangkan stereotype tersebut dengan point of view anda.
Dalam bahasa ekstrim saya, saya membahasakan dengan “sudah tidak zaman lagi orang pinter tampil cupu” yang artinya secara implicit saya ingin menggugah bahwa berpenampilan menarik dan mengikuti zaman bukan hambatan bagi kita untuk menjadi pintar. Sudah tidak zaman juga bukan berarti kita harus selalu mengikuti zaman, jika merasa nyaman dengan menjadi diri anda, dan menurut anda hal tersebut bukan hambatan bagi pengembangan aktualisasi diri anda ya jalani saja. Kata “sudah tidak zaman lagi” dan “cupu” yang saya gunakan secara ektrim itu, sebetulnya mewakili opini public tentang penggunaan sebuah kata untuk melabeling orang lain, yang tentu saja tidak nyamankan untuk dibaca, bukan untuk seseorang yang dikategorikan cupu melainkan bagi orang yang mengkategorikannya. Dalam arti implicit lebih lanjut saya bermaksud menggugah para pembaca bahwa penampilan apapun kini yang dipilih seseorang tidak lagi ada kategori “cupu” ataupun “trendy”, artinya secara sederhana bagaimanapun penampilah anda, saya, kita semua, tidak akan lagi kita dikategorikan sebagai orang yang trendy ataupun cupu, karena kita semua dinilai sama.
Jadi kalimat “sudah-tidak-zaman-lagi” artinya bukan kita harus merubah penampilan kita menjadi harus selaras zaman, justru point of view itu harus membuat kita merubah sudut pandang kita bahwa penampilan semua orang itu didasari atas kenyamanan dan kepantasan bagi dirinya, bukan dari nyaman dan pantas menurut kita yang memandang. Penting adanya kita menerapkan prinsip “netral” dalam memandang seseorang dari apa yang melekat padanya, sekiranya dalam lubuk hati kita mengatakan seseorang tersebut terlihat modis dengan apa yang melekat padanya, itu bukan berarti ia terjauh dari konsep bilangan biner,phytagoras, teori relativitas, atau segala sesuatu yang menyangkut penelaahan bersifat scientist. Karena ternyata kecerdasan juga tidak hanya menyangkut kemampuan-kemampuan angkawi atau peneliatian bersifat IPA semata.
Siapa bilang seorang dokter atau Programmer lebih pintar dari seorang bintang film, bukankah untuk memerankan orang lain yang tidak sesuai karakternya itu memerlukan analisa dan perubahan berperilaku, lalu apakah itu mudah? Saya yakin tidak, terbukti tidak semua orang mampu melakukannya dengan baik. Atau jika menginginkan suatu bukti yang lebih bersifat kuantitatif, tahukan anda berapa IQ seorang Marilyn Monroe (penyanyi dan bintang Film cantik tersohor Amerika)atau Winona Ryder(Bintang Film Cantik Amerika), ternyata IQ keduanya mampu mengalahkan seorang professor Fisika terkenal di Amerika. Itu bukti bahwa penampilan jangan sampai membodohi kita semua dalam mendasarkan opini “pintar” atau “kurang pintar” dalam menilai kecerdasan seseorang. Marilah kita bersikap netral, bahwa tidak ada lagi kategorisasi penampilan “cupu” atau “modis”
Terakhir, memang apa yang saya bahas kali ini pastinya bertentangan dengan pepatah lama yang mengatakan “pakaian adalah cerminan kepribadiaan seseorang”, namun sebenarnya hal ini sinergis, karena yang saya nilai disini penilaian terhadap aspek kecerdasan bukan aspek kepribadian. Tentang bagaimana pakaian juga mempengaruhi penilaian aspek kepribadian, saya akan bahas nanti dipenulisan saya yang berikutnya. Terima Kasih

Jumat, 25 Juni 2010

PEREMPUAN

Tanpa bermaksud jadi plagiator yg kerjanya copas-copas...aku lagi pengen berbagi sajak romantis
yang aku baca dari sebuah situs jejaring sosial dari hasil tag seorang teman di account ku..
ini bercerita ttg kedudukan perempuan secara harfiah, dan sptnya ini dalam upaya menyadarkan para kaum adam mengenai cara menghormati perempuan. Oiah begini isinya :

Wahai Adam.....
Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Coretan ini hanyalah ungkapan hati ku karena merasa kau abaikan atau tidak kau inginkan

Aku hanya ingin mengingatkanmu, Sesungguhnya kami Kaum Hawa adalah hadiah dan doa yang kau pinta semasa kau dlm ksendirianmu..Sewaktu dahulu kamu di surga.

-> Kami.. Hawa tercipta dari tulang rusukmu yang bengkok
Jadi tidaklah heran jika perjalanan hidup kami tidak lurus... kami senantiasa inginkan bimbingan darimu, dalam Al-Quran kau diberi AMANAH untuk mendidik , menjaga, memperhatikan dan mengawasi Hawa agar sentiasa didalam ridha Alloh semata.

-> Kami.. Hawa tercipta dari tulang rusukmu yang ada di dekat jantung hatimu agar kau kasihi, kau sayangi & kau cintai..., Berada dibawah lenganmu agar kau lindungi, Berada disisi samping untuk menjadi pendampingmu.
Aq tahu terkadang kau memiliki lebih dr 1 rusuk yang hilang..karena memang Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih banyak jumlahnya dari kaummu di akhir zaman,
karena jika jumlah kaummu lebih dari kaumku... niscaya ‘merah'lah dunia ini karena darah manusia, lebih banyak amarah daripada kelembutan, kacau-balaulah suasana, sesama kaum adam bermusuhan karena Hawa,,, seperti layaknya Habil dan Qabil
Meskipun begitu....dengarkanlah kami, bukankah dulu yang kau pinta hanya 1 Hawa, bukan 4..

-> Kami.. Hawa tidak tercipta dari tulang kakimu untuk kau perlakukan dibawah semena-mena..,dan juga...Kami tidak tercipta dari tulang kepalamu..untuk menjadi atasan yg menguasaimu....

Meskipun sekarang banyak kaumku terlibat dlm urusan kenegaraan, bahkan ada yg harus ke medan perang memanggul senjata, kuli bangunan, sopir, pilot, dokter bahkan profesor..,, yg tidak kalah hebatnya kaum hawa jg bisa memanjat pohon, memanjat tangga untuk benahi atap rumah yg bocor..,

Tapi dalam Sholat dan hidup-qu tetaplah kau IMAM dan kami MAKMUMmu,
Kami adalah pengikutmu, Jika kau benar, maka benarlah kami..., dan Jika kau lalai, lalailah kami...
Kau punya kelebihan akal.., sedangkan kami memiliki kelebihan perasaan.
Akalmu sembilan dengan satu perasaan..,
sedangkan kami...hanya memiliki satu akal dengan beribu perasaan...

Maka dari itu Adam...
Genggamlah jemari tangan kami,tuntun kami dalam dekap kasih Illahi Robbi..,
Marahi kami dengan cintamu jika q mulai berbelok dr bimbinganmu..
Pujilah kami setelah kau selesai memujiNya..
Temani kami dan Tetaplah menjadi IMAM kami baik di Dunia maupun di Surga.

POSISI DUDUK YANG BAIK

Ini ada satu artikel menarik bagi kesehatan tulang,dari seorang penulis wordpress bernama venitalavia. Saya coba suguhkan kembali, siapa tahu teman-teman ada yang mulai merasa mengalami cedera punggung akibat terlalu banyak bekerja di depan meja komputer, berikut penuturan Venitalavia ;

Banyak orang sering mengabaikan apa yang dinamakan cara duduk yang benar.Padahal hal ini sangatlah penting sebagai dasar pola posisi ergonomis yang mana banyak aktivitas kerja dalam posisi duduk. Misalnya mengetik di depan komputer. Meski bukan tipe pemanja yang mudah mengeluh, sekali-sekali Anda tentu pernah merasakan tak enak badan. Sakit punggung, mata pedih dan terus menerus mengeluarkan air mata. Merasakan seluruh otot dan urat badan kaku dan mengencang, sakit atau merasa tidak nyaman. Tangan, pergelangan tangan, jari, lengan dan siku terasa sakit seperti terbakar. Adakalanya tangan perih, dingin, ataupun kebas (kesemutan), dan kehilangan kekuatan dan koordinasi. Ketika terjaga tengah malam, badan satu sakit semua disertai pegal-pegal. Ingin rasanya segera memijat tangan, pergelangan, dan lengan. Kalau muncul gejala sakit seperti itu, jangan anggap remeh. Coba dengarkan keluhan punggung Anda, juga keluhan bagian tubuh lainnya. Siapa tahu punggung Anda memang sedang mengalami masalah? Atau, barangkali anda terserang Repetitive Strain Injury (RSI). Kegiatan yang selalu melibatkan keyboard dan mouse ini dapat menimbulkan cedera urat tangan, lengan dan bahu. Bisa dibayangkan, berapa ribu kali jari-jari tangan mengulang gerakan memukul tuts keyboard ketika sedang mengetik, misalnya. Apalagi tangan sambil mencengkeram dan menggeser-geser mouse. Lambat laun, tanpa disadari bisa terjadi akumulasi kerusakan pada badan secara keseluruhan. Sesungguhnya semua risiko yang dialami para pekerja kantoran bukan semata-mata faktor kecerobohan – misal kurang memperhatikan posisi duduk yang benar. Namun bisa jadi disebabkan sarana kerja (meja kursi, komputer, lampu penerang ruangan) kurang mendukung kenyamanan dan kesehatan. Sebutlah, sakit pinggang jangan-jangan karena tempat duduknya tidak memberi kenyamanan tulang belakang. Atau, penataan perangkat komputer yang kurang tepat. Apalagi seharian (setidaknya delapan jam sehari – itu kalau tidak lembur) hanya duduk, sementara indera penglihatan terus melototi layar komputer dan jari-jari tangan sibuk memencet tuts keyboard. Karenanya sarana penunjang kerja perlu mendapat perhatian, tidak saja dari segi keselamatan, tapi juga kenyamanan dan kesehatan. Perlu dicatat, saat mengetik ambil posisi duduk tegak, tidak bersikap loyo atau lesu. Untuk urusan ini, sekarang sudah banyak dipasarkan model kursi ergonomis yang gampang disetel sandarannya sehingga menawarkan kenyamanan. Sikap duduk yang benar dan model kursi yang tepat membantu mengatasi masalah ini. Soalnya keluhan pada punggung umumnya berkaitan dengan otot tulang belakang. Yang artinya ada faktor ergonomi berperan dalam sindrom itu. Duduk bisa mengurangi rasa penat, memang benar. Tetapi kalau dilakukan dalam jangka waktu lama dan posisi statis, justru bisa menimbulkan gangguan pada leher, bahu, punggung, dan lengan. Alias RSI itu tadi. Kenapa bisa begitu? Karena pada sikap kerja statis terjadi kontraksi otot yang kuat dan lama tanpa cukup kesempatan pemulihan, dan aliran darah ke otot terhambat. Akibatnya, timbul rasa lelah dan nyeri pada otot tubuh. Yang paling sering dialami adalah rasa sakit, pegal pada bagian belakang tubuh hingga leher, yang disebut juga varicose veins. Oleh karena itu, perlu menerapkan duduk dinamis, yaitu sesering mungkin mengubah posisi pada saat duduk.
Oleh karena itu, posisi duduk yang baik sangat menentukan kesehatan punggung.
“Penyebab sakit nyeri itu biasanya karena posisi duduk yang salah,” ujar Barbara Dorsch, physiotheraphist/rehabilitation specialist dari Australia, di sela acara training lecturer para ahli media Siloam Hospitals di Siloam Hospitals Kebun Jeruk, Jakarta Barat, pekan lalu.
Penyebab sakit nyeri punggung umumnya disebabkan peregangan otot atau ligmen karena postur tubuh ketika duduk dalam posisi tidak tepat. Nyeri punggung mulai terasa saat terjadi cedera, atau setelah terjadinya peradangan.
Punggung yang baik memiliki tiga kurva, yaitu pada leher, punggung bagian atas, dan punggung bagian bawah. Oleh karenanya, otot bagian perut, otot paha, dan otot kaki harus kuat agar mampu menyangga kurva punggung yang baik.
Punggung juga sangat sensitif terhadap ketegangan otot akibat stres sehari-hari. Dalam keadaan lemah dan kaku, otot punggung mengalami kejang, sehingga menyebabkan aliran darah yang mengangkut oksigen menjadi terhambat dan otot kekurangan oksigen. Akibatnya, penderita mengalami nyeri yang semakin menyakitkan apabila tidak segera mendapat penanganan dari dokter.
Penyebab lain biasanya akibat penggunaan alas sepatu hak tinggi yang banyak digunakan perempuan, kurang olahraga, cedera dan ketegangan otot, serta proses penuaan (osteoarthritis) yang menyebabkan bantalan tulang (diskus) keluar dari tempat semestinya dan menghasilkan pertumbuhan tulang baru yang menimbulkan radang sendiri dengan disertai rasa nyeri.
Penatalaksanaan yang terbaik pada nyeri punggung pada umumnya berdasarkan penyebab gangguan itu sendiri. Fisioterapi merupakan salah satu cara terapi untuk mengatasi masalah nyeri pungggung, di samping kerap pula digunakan untuk rehabilitasi medik pasien penyakit stroke. “Fisioterapi adalah latihan untuk membuat kondisi pasien lebih baik dari sebelumnya,” ujar Barbara.
Menurut Barbara, teknik fisioterapi menitikberatkan tujuan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak atau fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses atau metode terapi gerak.

Mengenal Struktur Punggung

Punggung adalah salah satu organ tubuh yang bekerja nonstop selama 24 jam. Dalam keadaan tidur pun, punggung tetap menjalankan fungsinya untuk menjaga postur tubuh.
Punggung tersusun dari 24 buah tulang belakang (vertebrae), dimana masing-masing vertebrae dipisahkan satu sama lain oleh bantalan tulang rawan atau diskus. Seluruh rangkaian tulang belakang ini membentuk tiga buah lengkung alamiah, yang menyerupai huruf S.
Lengkung paling atas adalah segmen servikal (leher), yang dilanjutkan dengan segmen toraks (punggung tengah), dan segmen paling bawah yaitu lumbar (punggung bawah). Lengkung lumbar inilah yang bertugas untuk menopang berat seluruh tubuh dan pergerakan.
Otot punggung ditunjang oleb punggung, perut, pinggang dan tungkai yang kuat dan fleksibel. Seluruh otot tersebut berfungsi untuk menahan agar tulang belakang dan diskus tetap dalam posisi normal. Kelemahan pada salah satu otot akan menambah ketegangan pada otot lain dan akhirnya menimbulkan masalah punggung.
Sedangkan diskus atau bantalan tulang rawan berfungsi sebagai penahan guncangan ini terdapat di antara vertebrae, sehingga memungkinkan sendi-sendi untuk bergerak secara halus. Setiap diskus memiliki bagian tengah seperti bunga karang yang berongga kecil-kecil dan bagian luar yang keras dan mengandung serat saraf untuk rasa nyeri. Selain itu, juga terdapat cairan yang mengalir ke dalam dan keluar diskus. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas sehingga memungkinkan punggung bergerak bebas. Diskus yang sehat bersifat elastis, sehingga akan mudah kembali ke bentuk semula jika tertekan di antara kedua vertebrae. Pada saat tidur, sangat sedikit cairan yang keluar dari diskus. Itulah yang menyebabkan kekakuan otot saat seseorang bangun dari tidur. Gerakan mendadak yang dilakukan ketika baru bangun tidur dapat mengakibatkan cedera punggung.


Berikut ini hal-hal penting yang harus diperhatikan :

Posisi duduk
- Posisi paha horizontal, sejajar dengan lantai
- Posisi telapak kaki menapak ke tanah. Bila tidak, berarti posisi duduk Anda terlalu tinggi
- Bantalan kursi menopang punggung bagian bawah, sehingga punggung tetap tegak
- Rubah posisi duduk Anda secara berkala selama bekerja, karena duduk dalam posisi yang tetap dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan ketidaknyamanan
- Punggung santai tapi tidak membungkuk
- kepala tak membungkuk atau terlalu condong ke depan

Monitor
-Pastikan layar monitor dalam kondisi bersih, sehingga tak ada noda yang menghalangi pandangan mata
-Atur setelan brighthness dan kontras layar secukupnya sehingga nyaman bagi mat
-Atur posisi tak layar monitor agar tak memantulkan cahaya yang menyilaukan mata
-Atur posisi bagian atas layar sejajar atau sedikit di bawah pandangan mata
-Jarak antara mata ke layar antara 50-60 cm

Posisi Meja
- Letakkan keyboard pada posisi yang membuat lengan terasa rileks
- Posisi siku dengan meja membentuk sudut 90 derajat
- Pergelangan tangan pada posisi netral, lurus dan nyaman
- Saat mengetik, pergelangan tangan berada pada posisi yang tetap, namun bisa menjangkau tombol keyboard dengan jari
- Tempatkan tetikus/ mouse dekat dengan keyboard, sehingga tak perlu menggerakan tangan terlalu jauh untuk meraihnya
klik gambar untuk memperbesar

Terdata hampir 60% seluruh keluarga di Amerika memakai komputer, dan lebih dari 80% pekerjaan diselesaikan dengan menggunakan komputer. Keadaan ini, tidak bisa dipungkiri bahwa berjuta-juta masyarakat Amerika dilanda dengan rasa sakit yang misterius, yang dihubung-hubungkan dengan pemakian komputer yang salah dan berlebihan. Masalah ini umumnya dikenal sebagai Repetitive Strain Injury atau RSI.
Jika anda memakai komputer secara teratur lebih dari dua jam per hari, jika anda seorang yang kelebihan berat badan, diabetes atau radang sendi, memiliki postur tulang belakang yang kurang baik, duduk untuk waktu yang lama, dan merokok, anda berisiko tinggi mengalami RSI. Gejala RSI sangat tidak kentara dimana 80% orang mengalaminya, bahkan mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Untuk mengetahui apakah anda memilikinya, ada gejala umum yang biasa menyertai seperti kelelahan, lemah, daya tahan yang menurun, kurang konsentrasi, tangan dingin, menghindari aktivitas dan olah raga dan lain-lain. Penempatan kursi, meja, mouse, keyboard dan layar komputer yang benar akan membantu membuat perubahan dalam mencegah RSI. Berikut beberapa tips yang dapat membebaskan anda dari RSI :

1. Area Komputer
Biarkan area komputer di kantor anda teratur. Alat-alat yang sering anda gunakan sebaiknya dekat dengan anda sehingga anda tidak perlu menjangkaunya. Hindari memasukan sesuatu di bawah meja yang akan menggangu anda saat merentangkan kaki.
2. Duduk dengan posisi yang baik
Ketika anda duduk, tempatkan pantat anda tepat di kursi. Duduk tegap dan cobalah untuk menjaga pinggul, bahu dan telinga dalam posisi lurus.
3. Kaki sebaiknya menyetuh lantai
Jika kaki tidak menyentuh lantai, rendahkan kursi anda. Jika kursi anda tidak bisa direndahkan atau jika anda berada pada posisi dimana anda menghadap monitor, pertimbangkan untuk memakai sandaran kaki.
4. Posisi Monitor
Monitor harus ditempatkan dimana bagian atas monitor berada tepat dimata dan langsung berhadapan dengan anda. Jarak antara anda dengan monitor kira-kira 15-30 inch. Gunakan panjang lengan anda sebagai petunjuk umum.
5. Istirahat dan ganti posisi
Jalan-jalan sebentar dapat mengurangi stress dan ketegangan pada otot dengan Melentangkan badan akan membuat perbedaan yang besar dalam bagaimana anda merasakan.

Kamis, 27 Mei 2010

Tulang Rusuk dan Komitmen

Ada yang bilang perempuan itu tercipta dari tulang rusuk laki-laki, benarkah? aq juga tidak tau..
yang aq tau jumlah tulang rusuk itu ada 12 yang terdiri dari 7 iga sejati, 3 iga semu, dan 2 iga melayang, jumlah antara laki-laki dan perempuan sama.

Terlepas dari alasan ilmiah hat tersebut, aku jadinya berfikir, jika "ya" perempuan memang tercipta dari sebuah tulang rusuk laki-laki maka secara logika pantas saja kalo perempuan bersifat lebih setia pada pasangannya dari pada laki-laki, ya terang aja, kan pemilik tulang rusuk yang katanya asal-muasal perempuan itu hanya satu, ga mungkin kan ada satu tulang rusuk dari 2, 3 atau 4 laki-laki, maka pastinya sifat kesetiannya minim untuk mendua.

Berbeda lagi dengan laki-laki, seperti yang sudah aq utarakan tulang rusuk manusia itu ada 12 buah, maka yang aq bayangkan 1 laki-laki bisa menghadirkan lebih dari satu penciptaan perempuan, karena itu ga hera juga kenapa laki-laki memiliki kecenderungan untuk mendua, mentiga, bahkan mengempat dan seterusnya..

Rasanya jika dipandang secara kasat mata, koq tidak adil ya..perempuan hanya "menginduk" cinta pada satu hati, sedang laki-laki bisa "menindukan" cintanya pada banyak hati..waw aq makin berfikir kenapa Tuhan bisa bias Gender ya?!

Hehehe..Tuhan sayang kepadaku, ia tidak ingin aq jadi makhlukNya yang ingkar pada cintaNya, ia mengingatkan aq pada satu surat cintaNya "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Surah Al-Ankabut ayat 2-3)

Mulailah aq mendapat pencerahan bahwa analogi tulang rusuk merupakan salah satu bentuk ujian yang Ia ciptakan untuk makhlukNya, ya ujian baik bagi laki-laki ataupun perempuan, tidak ada yang tdk diujiNya.
Begini jIka dikaitkan dg analogi tulang rusuk, dapat dikatakan secara naluriah perempuan memiliki sifat kesetian yang lebih daripada laki-laki, maka sifat itu akan menjadikan suatu ujian baginya utk tdk berprasangka buruk terhadap kesetiaan yang sebtulnya adalah anugrah, fitrah bagi perempuan utk bisa mengajarkan "sang-pemilik-rusuk" untuk senantiasa dapat berperilaku setia, tentu saja ujian "mengajar" ini juga tidak mudah pastinya mengajarkan makhluk yang memiliki naluriah mendua untuk berketetapan pada satu hati,.betul-betul suatu tantangan besar bagi para perempuan diseluruh dunia.

Sama halnya dengan para laki-laki, dengan naluriah yang cenderung mendua (red; dari analogi tulang rusuk), suatu ujian baginya untuk dapat bersikap setia pada satu rusuk yang diyakininya.

Memory-ku bermain layaknya film tanpa suara, teringat mata kuliah Psikologi Umum II, yang salah satu sub-Bab nya bercerita mengenai KOMITMEN, ada headline yang memberikan aq benang merah dengan pemikiran sebelumnya "Komitmen itu harus sama-sama diperjuangkan dan dipertahankan oleh para pelakunya"
aha...aq mengerti kenapa ada kata-kata "sama-sama", "diperjuangkan" dan "dipertahankan", ehm..semua karena satu sama lain saling harus berjuang, yang satu harus dapat menetapkan hati hanya pada satu orang yang berkomitmen dengannya dan yang satu harus bertahan pada ketetapan hatinya untuk terus setia dan mengajarkan nilai-nilai kesetiaan pada orang yang berkomitmennya..wow woww woow.

Seketika itu juga, teringat nasehat mama padaku saat masih duduk dibangku SMA,
"berumah tangga itu pilihan berat, hrs dipilih benar-2,karena ketika sudah berumah tangga, setia itu mutlak, dan kontraknya sepanjang masa, ya komitmen itu janji, kalo yang gagal itu tandanya bukan ga bisa mempertahankan tapi ga mau dan ga mampu utk berjuang, dengan kata lain menyerah" tuturnya sambil mencium dan membelaiku ya Mama...mama betul.dan hal itu dibuktikannya, beliau membawa cintanya sampai akhir menutup mata.

Betul-betul pelajaran berharga dan nyata bagiku..jika suatu hari aq memutuskan untuk berumah tangga, maka satu kriteria mutlak yang tidak boleh ditawar oleh calonku adalah kemauannya dalam berKomitmen untuk menjadikan ku satu dan untuk selamanya, dan sekaligus aq juga sebagai perempuan, hrs berkomitmen pada hatiku untuk tidak lelah berjuang mengajari "si- mahkluk-bernaluri-mendua" untuk setia. Aq yakin TUhan, pasti akan senantiasa menguji, namun bagi yang percaya akan cintaNya, percayalah bahwa ujian dlm komitmen itu bisa dilewati dengan keteguhan hati,.ya seperti mama bilang "..bukan tidak bisa tapi tidak mau dan mampu", sesuai sekali dg ayat cintaNya yg mengingatkanku “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. (Surah Al-Baqarah ayat 286).

Senin, 29 Maret 2010

Memaafkan

Memaafkan bukan berarti Anda melupakan apa yang telah terjadi…

Memaafkan bukan berarti Anda membencinya…
Memaafkan bukan berarti Anda bersiap untuk membalasnya…
Memaafkan bukan berarti Anda melupakan kebaikan & kejahatannya…
Memaafkan bukan berarti Anda melupakan memory Anda tentangnya…

Memaafkan bukan berarti Anda suka atas apa yang telah terjadi…
Memaafkan bukan berarti Anda mengabaikan atas apa yang telah terjadi…
Memaafkan bukan berarti Anda suka pada orang yang menyakiti Anda…
Memaafkan bukan berarti Anda mengizinkan atau membiarkan orang yang menyakiti Anda kembali lagi dalam hidup Anda…

Memaafkan bukan berarti Anda melupakan “rasa” ini…
Memaafkan bukan berarti Anda mengabaikan “rasa” ini…
Memaafkan bukan berarti Anda memendam “rasa” ini…
Memaafkan bukan berarti Anda menahan “rasa ini…

Memaafkan berarti Anda telah merelakan “rasa” ini…
Memaafkan berarti Anda telah melepas “rasa” ini…
Memaafkan berarti Anda telah mengikhlaskan “rasa” ini…
Memaafkan berarti Anda mengembalikan “rasa” ini pada Dzat yang memunculkan “rasa”…
Memaafkan berarti Anda telah memasrahkan perjalanan hidup Anda pada Dzat yang menggenggam kehidupan…
Memaafkan berarti Anda telah memasrahkan “rasa sakit” Anda pada Dzat yang maha kuasa… Maha pemberi “Kasih”… dan Maha pemberi “Sayang”…

Memaafkan berarti Anda tidak lagi merasa marah…
Tetapi mungkin Anda akan merasa sedih atau kasihan pada orang yang menyakiti Anda…

Memaafkan tidak mengharuskan Anda memberitahu orang lain…
Memaafkan bukan untuk orang yang menyakiti Anda…
Tapi, memaafkan untuk diri Anda sendiri…

Memaafkan berarti Anda bisa mulai untuk sembuh…
Memaafkan berarti Anda mulai membuka lembaran baru… dengan cinta kasih…
Memaafkan berarti Anda membiarkan orang – orang yang lebih baik datang memberi cinta kasih pada Anda…

Dan Memaafkan berarti Anda menuju pada kebahagiaan hidup Anda…

Best Regards <3

Senin, 22 Maret 2010

Helpless Girl

God..i wanna ask u, why u make me met a lot of shit 'helpless girl', who acts like angel one but they're not!
Why they do that jerk thing,
Play a role as a victim then do a slander, haiya...!

God..maybe i'm not a good girl who always speak graceful and calm
You know God, since i was kid..I really hated my friend who used their weekeness to make everyone around her felt sympathy, and I don't like all t'girls in my school who use their beauty for manipulating! so..I promised, I wouldn't be a neat and punctual girl back then, I play as really tough and stubborn girl..back then I just sat in my class, studied well, and didn't care of my outward performance.I joined chess club, played a basketball..and something do not eye-catched hahha..Why not..because boys in my school more respecting cheersleader girls than a girl who wins in chess competition...that was a fact God.thx...

I remembered, my self just want to know who's boy that really nice, and treat girls well because of their brain or behavior not her appearance.I won't believe that all boys are "visual".Did I do mistake God?

I know...I was a rebellious back then, sometimes I regret it, I was dreaming girl God..ehm..coz when I flash to that time, there's no boys who's chasing girls with only good behavior and brain kqkqkq, most of them chased a tidy girl, stylist girl, beautiful girl, and t'worst they precisely didn't like independent girl, they liked helpless girls! God....

I don't know why, almost all da boys I met, telling me that they'd like girls who needed them, they loved to be useful, and really sympathy with spoiled girls..weird for me!

I have pretty story, my friend (boy) told me that he met a nice girl, he wanted to be her friend, time goes by, they'd in relationship...one day, I found my friend in confused situation, he told me that he was burned by a girl that he's telling me. we called that girl "C", C came from broken family, her mom and dad almost separated and her dad had already job-less, so she'd got 2 probs; family and financial. Everyday he asked my friend to pick her up from her house to campus, my friend agreed to do that because he felt pitty for C problems, not only transportation C started to ask him printed her tasks, asked him for money, so-and-so...when my friend realized that he'd never liked or loved her, he just felt sorry for her suffering no-more, he decided to leave C, but once again..C told her problems, she said she couldn't lived if my friend leave her..she tried to get my friend's sympathy..and my friend felt like in rattrap! he can't do anything. how pitty...

that's an example, how man can be fooled by helpless girl, who's looking nice, helpless, spoiled, and needed them.

watch out boys...u guys have been trapted :P hehehe

With A lot of Respect

Le Gra
Agnes